Fadli Zon Tantang Menag Debat soal Populisme Islam

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang populisme Islam .

Fadli Zon Tantang Menag Debat soal Populisme Islam

Yaqut Cholil Qoumas merasakan ada upaya penggiringan agama menjadi norma konflik yang pada akhirnya mendorong siapa pun yang berbeda keyakinan dianggap musuh dan harus diperangi.

Baca Juga :  Mau Tahu Saldo Jaminan Hari Tua BPJSTK? Ini Caranya

Menanggapi pernyataan Menag, Fadli melalui akun Twitternya @fadlizon menyampaikan komentarnya. Dia mempertanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksio) Menag menyatakan hal tersebut.

Tidak hanya itu, Fadli juga mengajak untuk berdebat di ruang publik mengenai tentang populisme dan populisme Islam.

Baca Juga : Was was Standar Seleksi PPPK 2021 Lebih Tinggi, Titi Bingung dengan Nasib Honorer K2

Dia juga mempertanyakan pria yang bisa disapa Gus Yaqut ini mengurusi tentang hal tersebut. "Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu 'populisme', 'populisme Islam' dan apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa tupoksinya?" kata Fadli Zon, Minggu 27 Desember 2020.(Baca juga: Fadli Zon Tegaskan Tak Mau Jadi Menteri, Apalagi Berharap )

Sebelumnya, Gus Yaqut mengajak semua umat beragama di Indonesia menjadikan agama sebagai inspirasi. Untuk itu, Menag pun berharap populisme Islam tidak berkembang luas di Indonesia untuk mencegah agama dijadikan norma konflik.

Baca Juga : KABAR GEMBIRA !  Akhirnya Presiden Jokowi Memberikan Harapan Bagi Guru Honorer Bisa Jadi PNS  PPPK , Alhamdulillah

"Saya tentu tidak akan menyampaikan banyak hal. Saya ingin mengulang apa yang kemarin saya katakan, atau saya sampaikan ketika saya diberikan kesempatan pertama oleh Bapak Presiden Jokowi untuk menyampaikan pidato di depan seluruh masyarakat Indonesia. 

Baca juga: Cara Mencairkan BLT UMKM dan Cek Penerima di eform.bri.co.id/bpum

Saya mengajak kita semua menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan sebagai aspirasi," kata Gus Yaqut panggilan akrabnya dalam Silaturahmi Nasional Lintas Agama dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan secara virtual, Minggu 27 Desember 2020. 

Baca Juga : HANYA Ibu Ini Yang Berani Bilang Sekolah Itu Tempat Belajar, Bukan Berkompetisi. Sistem Ranking Racun Dunia Pendidikan, Simak Sosok Dia 

Apalagi saat ini, kata Gus Yaqut, banyak yang berusaha menggiring agama menjadi norma konflik. "Itu apa artinya? Yang paling sederhana adalah kita sekarang merasakan, belakangan lah, tahun-tahun belakangan ini kita merasakan bagaimana agama itu sudah atau ada yang berusaha menggiring agama menjadi norma konflik," katanya.

Baca Juga : Tahun Depan  Guru Honorer  Dapat Insentif 1 Jt Perbulan Demi Kesejahteraan, Alhamdulillah

Gus Yaqut pun menjelaskan bagaimana agama saat ini dijadikan norma konflik. "Agama dijadikan norma konflik itu dalam bahasa yang paling ekstrem, siapa pun yang berbeda dengan keyakinannya, maka dia dianggap lawan, dia dianggap musuh. Karena namanya musuh, namanya lawan harus diperangi," ujarnya.

Baca Juga : Cek NIK KTP di dtks.kemensos.go.id, BLT Modal Usaha Rp3,5 Juta Cair Tanpa Daftar

Baca Juga : Siapkan KTP ! Begini Cara Dapat BLT Modal Usaha Rp3,5 Juta dari Kemensos Tanpa Daftar

Baca Juga: Begini Cara Daftar Bansos Modal Usaha Rp3,5 juta dari Kemensos, Simak Baik-Baik Agar Cair

Agama sebagai norma konflik ini, kata Gus Yaqut, juga disebut dengan istilah sebagai populisme Islam. "Itu norma yang kemarin sempat berkembang yang kita dengar kalau istilah kerennya Mbak Lisa (Alisa Wahid-red) ini populisme Islam," katanya. Sumber : nasional.sindonews.com

Belum ada Komentar untuk "Fadli Zon Tantang Menag Debat soal Populisme Islam"

Posting Komentar

Posting Terbaru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel